Selamat pagiiii sahabat tersayang,

Kemaren dajak Fitri pemilik MS Radio Palu untuk siaran seputar masalah parenting di radionya.
MasyaAllah terbayang masa lalu. Berpuluh-puluh tahun hidup dan dibesarkan di radio.
Awalnya sekitar 40an tahun lalu diwawancara Radio Arbes Padang, sebagai penulis remaja bau kencur.
Akhirnya ditawari untuk menjadi penyiar tetap oleh si Papi Chaidir dan Uda Armeyn Chaidir pemilik Arbes.

Tak dinyana, akhirnya Radio yang menjadi sebab orang kampung tukang mimpi ini, bisa belajar hingga ke Amerika, Inggris dan Jerman.
Dan ikut berlatih cawe-cawe demi eksisnya “Radio journalism” di Radio ARH Jkt, Radio Suara Surabaya, radio Bahana dan Radio Jakarta News FM.

Nasib tak bisa diduga.
Dari iseng menjadi serius.
Radio banyak berjasa mempertautkan saya dengan bamyak orang penting dalam hidup saya yang akhirnya menjadi saudara.

Apapun garis hidup…adalah karunia Allah.
Wajib disyukuri. Alhamdulillah.

Semoga radio sedunia sanggup bertahan dan tetap eksis di tengah gempuran teknologi yang serba murah, mudah dan praktis. Karena hanya radio, media yang punya koneksi pribadi dan sentuhan personal dengan khalayak fanatiknya.
Yang tak tergantikan oleh televisi dan internet.

SEKALI PERNAH SIARAN
SEUMUR HIDUP KETAGIHAN. . 😂💕💕💕 #radio #radiojournalism #broadcaster #radiostasion #radiomaniac @ Palu