TAK PERLU MENUNGGU KAYA UNTUK BISA MEMBERI.

 

 

Di saat orang-orang kaya sibuk berebut harta dan kekuasaan, di sebuah gang sempit padat penduduk di tengah kota Makassar, Ibu Yuli seorang guru honorer dengan riang gembira menyedekahkan ruang atas rumah sederhananya untuk jadi arena belajar anak-anak “Rumah Kreatif Makassar”.

Di rumah ini, anak-anak marjinal yg kadang menghabiskan hari di jalananan, di depan TV, menonton tayangan yg tak pantas, diajak kakak-kakak mahasiswa yg mengelola rmh kreatif belajar bersama. Kadang main ke pantai, ke museum dll.
Mrk tak hanya belajar pelajaran sekolah, tapi jg mengembangkan bakatnya mulai menari, menggambar, memasak atau memproduksi sesuatu yang memberi manfaat.

MasyaAllah Bu Yuli.
Semoga Allah melipat gandakan pahala dan beri rizki berlimpah untuk Ibu sekeluarga

Terimakasih pemuda hebat Fimers Makassar yang telah menemukan Bu Yuli rekan kolaborasi dalam mencerdaskan anak Bangsa.

Perjuangan kalian di tengah beratnya tugas kuliah, telah menepis citra mahasiswa anarkhis seperti yang rajin disorot media selama ini.

Semoga kita tak kalah semangat dengan Ibu Yuli, yang dengan yakin berafirmasi “Tak perlu menunggu kaya untuk bisa berbagi”.

TE